Pages

Selasa, 18 November 2014

BEM FEUI Dukung Kenaikan Harga BBM

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (BEM FEUI) mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per Selasa (18/11/2014). Dukungan itu didasarkan pada sejumlah pertimbangan.
Berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa sore, BEM FEUI berpendapat bahwa subsidi BBM selama ini tidak tepat sasaran. Pasalnya, penikmat BBM bukan dari kalangan miskin, melainkan para pemilik kendaraan bermotor yang notabene kelas menengah ke atas.
"Subsidi malah digunakan lebih dari 70 persen masyarakat mampu. Merekalah masyarakat yang secara tingkat pendapatan ekonominya sanggup membeli barang pada harga pasar," demikian tulis rilis itu.
Kedua, dukungan atas kenaikan harga BBM adalah alokasi subsidi BBM sangat timpang dengan alokasi sektor lain, misalnya pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Penghematan subsidi BBM juga dianggap bisa menyelamatkan neraca pembayaran dalam APBN.
Ketiga, penghematan subsidi BBM akan menjadi sumber perbaikan multisektor jangka panjang di Indonesia. Pembangunan sektor infrastruktur sekaligus pelayanan sosial pun bakal lebih cepat. Keempat, subsidi BBM yang dibiarkan berkelanjutan akan menjatuhkan Indonesia ke dalam krisis energi.
"Yang semestinya kini dilakukan pemerintah pasca-kenaikan harga BBM adalah transparan relokasi subsidi. Sektor mana saja yang prioritas? Besarannya berapa?" tulis rilis itu lagi.
Pemerintah juga diharapkan merelokasi subsidi BBM ke sektor produktif, bukannya ke sektor konsumtif, misalnya, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, bantuan modal bagi nelayan dan petani, meningkatkan subsidi pupuk, dan sebagainya.
Terakhir, untuk program jangka panjang, pemerintah diimbau melakukan pemetaan dan pengelolaan sumber energi alternatif di Indonesia. Pengembangan energi alternatif merupakan penawar ancaman krisis energi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar