Pages

Kamis, 08 Oktober 2015

Mengatasi Kejang Demam

bagaimana cara mencegah kejang demam?
pencegahan kejang demam yang pertama tentu dengan perjuangan menurunkan suhu tubuh apajikalau anak demam. hal ini dapat dilsayakan dengan menawarkan obat penurun panas, misalnya parasetamol atau ibuprofen. hindari obat dengan bahan aktif keinginanm asetilsalisilat, alkeinginannnya obat tersebut dapat menyebabkan efek samping serius pada anak. pemberian kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu.

sebaiknya orangtua memiliki termometer di rumah dan mengukur suhu anak dikala sedang demam. pengukuran suhu berkhasiat untuk menentukan apakah anak benar mengalami demam dan pada suhu berapa kejang demam timbul.

pengobatan jangka panjang hanya diberikan pada sebagian kecil kejang demam dengan kondisi tertentu.


apakah kejang demam membuat anak menjadi ndeso atau menderita epilepsi di kemudian hari?
kejang demam tidak berpengaruh terhadap perkembangan atau kecerdkeinginann anak. bikeinginannya kejang demam menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia 5-6 tahun. sebagian besar anak yang pernah mengalami kejang demam akan tumbuh dan berkembang secara adatl tanpa adanya kelainan. epilepsi terjadi pada kurang dari 5 persen anak kejang demam, dan bikeinginannya pada anak-anak ini terdapat faktor risiko lain. oleh alkeinginannnya itu, sebagian besar anak dengan kejang demam tidak memerlukan bermacam pemeriksaan mirip rekam otak atau elektroensefalografi (eeg) atau ct scan.


kapan orangtua perlu khawatir?
tidak semua kejang yang disertai demam merupakan kejang demam. apajikalau terjadi kejang disertai demam di luar rentang usia 6 bulan hingga 5 tahun, maka perlu disingkirkan penyebab kejang lainnya, misalnya epilepsi atau radang otak. jika sesudah kejang anak tidak segera sadar kembali, lebih banyak tidur, atau tidak dapat mengadakan kontak dengan baik, dokter akan melsayakan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab kejang lain, terutama radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis). evaluasi lebih lanjut juga diharapkan apajikalau anak pernah kejang tanpa demam.

walau tampak mensayatkan, umumnya kejang demam tidak berbahaya, tidak merusak otak, tidak mengganggu kecerdkeinginann anak, dan akan menghilang sendiri seiring bertambahnya usia. dengan demikian, ayah bunda tidak perlu terlalu khawatir apajikalau buah hatinya mengalami kejang demam.

Baca Juga : cara mengatasi kejang | mengatasi kejang anak | obat kejang anak | tips mencegah kejang anak | mengatasi step anak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar