Pages

Kamis, 08 Oktober 2015

Sebab Keguguran

penyebab keguguran
keguguran (abortus) artinya kehamilan yang terhenti sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. 50 persen penyebab keguguran dialimpiannnyakan oleh kelainan kromosom atau kelainan genetika dari si calon bayi. sementara sisanya dialimpiannnyakan oleh faktor lain mirip infeksi, defisiensi hormon pada bumil, penyakit yang dpandangan barurita bumi (tiroid, kencing manis, pneumonia), infeksi pada rahim, misal torch (toksoplasma, rubella, cytomegalovirus (cmv) dan herpes), sindrom darah kental (afs/aca), bacterial vaginosis, kelainan anatomi (adanya tumor, miom, polip), gaya hidup bumil yang tidak sehat (merokok, mengonsumsi kafein dan alkohol), bumi kurang gizi, serta faktor usia ibu hamil.
jenis-jenis keguguran
-abortus imminens, peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana janin masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.
-abortus insipiens, peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi janin masih dalam uterus. tanda-tanda dan gejala antara lain: rimpian mulas menjadi seringkali dan kuat, perdarahan bertambah. untuk mengeluarkan janin dapat dilsayakan dengan kuret atau obat.
-abortus incompletus, pengeluaran sebagian janin pada kehamilan sebelum 20 minggu dan masih terdapat sisa selaput janin/plasenta. keadaan ini cukup parah karena darah yang keluar biimpiannya banyak sesampai perlu dilsayakan dilatasi yaitu melebarkan ekspresi rahim. dan untuk membersihkan sisa selaput janin/plasenta dilsayakan tindakan kuret.
-abortus completus, yaitu semua yang akan terjadi janin sudah dikeluarkan. pada penderita ditemukan perdarahan sedikit. diagnosis dapat diperbeliah bila janin sudah diperiksa dan dinyatakan bahwa semuanya sudah keluar dengan lengkap. pada kasus ini tidak dibutuhkan pengobatan khusus, hanya apabila menderita anemia perlu diberi transfusi.
-abortus habitualis, yaitu keguguran yang terjadi berulang. kerapkali keguguran ini dialami ibu hamil sampai tiga kali atau lebih secara berurutan pada trimester pertama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar